konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perceraian yang Sering Diajukan

Berikut ini kang asep rangkum beberapa pertanyaan dan jawaban seputar masalah perceraian yang sering diajukan ke layanan konsultasi perceraian gratis aseparif.com. Silahkan disimak baik-baik. Harap untuk tidak kembali menanyakan pertanyaan yang sama saat melakukan konsultasi melalui WA dan melalui email. Untuk konsultasi secara langsung dan melalui telepon, silahkan bisa menanyakan apa saja.

  1. Q : Kang saya mau cerai, apa saja syaratnya?
    A : Buku nikah asli, KTP asli dan surat gugatan atau surat permohonan cerai. Jika ada dokumen lain misal akte kelahiran anak dan kartu keluarga boleh dibawa.
  2. Q : Saya belum bisa membuat surat permohonan atau surat gugatan cerai, bagaimana solusinya?
    A : Yang penting siapkan saja persyaratan dokumen lainnya. Untuk surat gugatan atau surat permohonan bisa minta dibuatkan di bagian POSBAKUM Pengadilan yang bersangkutan. Biasanya gratis.
  3. Q : Buku nikah / surat nikah asli saya hilang, dibakar atau ditahan oleh suami/istri saya. Apa yang harus saya lakukan?
    A : Silahkan datang ke KUA tempat menikah dahulu (di KUA kecamatan mana) lalu minta dibuatkan duplikat buku nikah atau register buku nikah. Untuk non muslim silahkan minta ke catatan sipil.
  4. Q : Saya tidak tau alamat suami/istri saya. Bagaimana solusinya?
    A : Bisa menggunakan surat keterangan ghaib dari desa atau kelurahan tempat suami/istri tersebut terakhir tinggal.
  5. Q : Kemana saya harus mengajukan perceraian?
    A : Ke Pengadilan Agama bagi yang beragama islam dan ke Pengadilan Negeri bagi yang non muslim (Kristen, Katolik, hindu, buddha dan Konghucu).
  6. Q : Saat ini saya tinggal beda kota dengan suami/istri saya, ke Pengadilan kota mana saya harus mengajukan perceraian?
    A : Bagi yang beragama islam silahkan ajukan ke Pengadilan Agama sesuai dengan tempat kediaman istri saat ini dan bagi non muslim silahkan diajukan ke Pengadilan Negeri sesuai dengan tempat kediaman tergugat.
  7. Q : Berapa biaya untuk mengajukan perceraian?
    A : Tidak bisa ditentukan. Untuk panjar sendiri besarannya biasanya disesuaikan dengan radius. Semakin jauh dari pengadilan biasanya semakin mahal.
  8. Q : Yang bayar biaya tersebut siapa, saya atau suami/istri saya?
    A : Yang bayar yang mengajukan perceraian.
  9. Q : Kang kenapa saya tidak mendapat surat panggilan sidang, tapi suami/istri saya mendapat surat panggilan?
    A : Ada banyak kemungkinan: Mungkin sewaktu petugas pengadilan mengantarkan surat panggilan ke alamat ibu/bapak, ibu/bapak sedang tidak ada di alamat tersebut. kalau keadaannya seperti itu, biasanya surat panggilan dititipkan ke pejabat setempat seperti RT/RW/Desa atau Kelurahan. Kalau sudah dicek ke kantor RT/RW/Desa tapi tetap tidak ada, mungkin ada kesalahan dalam penulisan alamat. Kalau bapak/ibu menguasakan ke pengacara, mungkin surat panggilan sidang sampainya ke kantor Pengacara.
  10. Q : Kalau tidak ada panggilan sidang seperti itu, tapi suami/istri saya dapat panggilan, apakah saya boleh datang ke pengadilan untuk sidang atau sebaiknya bagaimana?
    A : Boleh datang saja.
  11. Q : Tergugat / Termohon tidak mau hadir sidang, itu bagaimana kang?
    A : Tidak masalah yang penting penggugat atau pemohon hadir terus ke persidangan. Jika seperti itu kejadiannya, biasanya sidang ditunda dan pengadilan kembali memberi kesempatan kepada tergugat atau termohon untuk hadir. Tapi jika tergugat atau termohon sudah benar-benar tidak ada Iā€™tikad baik untuk menghadiri persidangan, maka persidangan bisa dilanjutkan tanpa kehadiran tergugat atau termohon.
  12. Q : Berapa lama sidang perceraian ini selesai?
    A : Tidak bisa ditentukan. Tergantung ada tidaknya perlawanan. Kalau tergugat tidak hadir berturut-turut, biasanya 2-3 kali sidang juga selesai. Kalau tergugat hadir dan melawan bisa sampai 10 kali atau lebih.
  13. Q : Jarak dari sidang pertama ke sidang kedua dan seterusnya berapa lama?
    A : Tidak bisa ditentukan. Bisa satu minggu, dua minggu dst. Untuk jelasnya nanti juga dikasih tau majelis hakim untuk jadwal sidang berikutnya tanggal berapa.
  14. Q : Saya diminta bawa saksi dua orang, apakah boleh orang tua jadi saksi?
    A : Dalam perceraian orang tua boleh jadi saksi. Anak tidak bisa jadi saksi.
  15. Q : Kapan akte cerai saya keluar?
    A : Tidak pasti. Jika tidak ada upaya hukum lain seperti banding atau verzet biasanya akte cerai keluar 2 bulanan setelah putusan. Tapi ini hanya perkiraan saya saja, bisa lebih cepat, bisa lebih lama.
  16. Q : Lama dan ribet ya kang, ada cara cepat ga kang?
    A : Tidak ada.
  17. Q : Bisa ga saya wakilkan ke orang lain untuk mengurus perceraian saya? Saya sibuk kerja dan malas mengurusnya?
    A : Bisa dikuasakan ke kuasa hukum (pengacara).
  18. Q : Kalau mau dikuasakan ke kang asep bagaimana?
    A : Datang langsung saja ke kantor atau sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu, supaya jelas.
  19. Q : Berapa biaya yang harus saya keluarkan jika menggunakan jasa kang asep?
    A : Tidak bisa ditentukan disini, saya harus tau dulu kasusnya seperti apa, apakah rumit, sedang atau ringan. Makanya sebaiknya dikonsultasikan saja dulu.
  20. Q : Boleh tau nomor kontaknya kang?
    A : Boleh ke nomor asisten saya saja. 081321747747.
  21. Q : Alamat kantor kang asep dimana?
    A : Jl Raya Soreang Banjaran Komplek Gading Tutuka Residance Blok J3 No 16 Soreang Kab Bandung.
  22. Q : Saya diluar Bandung, bisa tidak dibantu kang asep?
    A : Bisa saja untuk kota atau kabupaten di sekitar Bandung misalnya Sumedang, Tasik, Garut, Ciamis, Subang, Cianjur dan sebagainya. Untuk daerah lain yang cukup jauh masih belum bisa, tetapi jika membutuhkan rekomendasi pengacara di kota tersebut, nanti saya coba kasih rekomendasi (jika ada).

4 Comments

Tulis Komentar