konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Perlukah Surat Pernyataan Cerai Suami Istri

Beberapa hari belakangan ini kang asep sering ditanyakan mengenai format contoh surat pernyataan cerai suami ke istrinya atau sebaliknya, bahkan ada pula yang meminta format surat pernyataan cerai bersama dan cerai sepihak. Disamping itu, ada pula orang-orang yang merasa pede karena sudah mempunyai surat pernyataan talak dari suaminya yang ditandatangan diatas materai, mereka merasa bahwa surat tersebut sudah sah dan dapat digunakan untuk melangsungkan perkawinan. Kalau pun tidak, mereka beranggapan bahwa dengan surat semacam itu, majelis hakim di pengadilan sudah pasti mengabulkan gugatan cerai mereka.

Kenyataannya adalah bahwa semua anggapan itu salah besar. Surat-surat pernyataan semacam itu tidak bisa digunakan untuk melangsungkan pernikahan baru, karena untuk melangsungkan pernikahan baru tersebut dibutuhkan akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan. Dan untuk mendapatkan akte cerai tersebut ada tahapan-tahapan yang harus diikuti dari mulai daftar perkara, sidang pertama, sidang kedua dan seterusnya. Surat pernyataan tersebut tidak serta merta bisa mempercepat atau membuat majelis hakim mengabulkan gugatan cerai seseorang. Toh pada kenyataannya terkadang ada juga yang sudah memberikan pernyataan cerai, tapi di sidang pengadilan malah keukeuh ingin mempertahankan rumahtangganya.

surat pernyataan cerai

Jadi apakah penting surat pernyataan cerai suami istri tersebut?

Kalau menurut kang asep pribadi tidak terlalu penting karena negara sendiri tidak mengakui perceraian selain perceraian melalui sidang pengadilan sebagaimana yang terdapat pada Undang-undang Perkawinan pasal 39 ayat (1) dan Kompilasi Hukum Islam Pasal 115.

Undang-undang Perkawinan pasal 39 ayat (1)

Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan setelah Pengadilan tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

Kompilasi Hukum Islam Pasal 115

Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setelah Pengadilan Agama tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

Jadi buat apa sampai pusing-pusing gara-gara pasangannya tidak mau menandatangani surat pernyataan cerai atau surat pernyataan talak tidak resmi tersebut. Jika memang ingin bercerai dan punya alasan cerai yang cukup, silahkan siapkan saja persyaratannya kemudian datang langsung ke Pengadilan. Jika merasa sibuk atau ingin dibantu oleh pengacara, silahkan langsung hubungi saja pengacara perceraian yang dipercaya untuk mengurus kasus perceraian tersebut.

Meskipun demikian, jika memang sudah sama-sama sepakat ingin bercerai dan bisa diusahakan untuk membuat surat semacam itu, silahkan saja dibuat, nanti bisa ditunjukan saat sidang di Pengadilan. Di artikel ini kang asep hanya meluruskan banyak persepsi yang beredar di masyarakat bahwa surat semacam itu sangat penting bahkan banyak yang beranggapan bahwa surat tersebut adalah sah dan dapat dijadikan sebagai landasan yang kuat untuk melangsungkan pernikahan baru.

Tulis Komentar