konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Perlukah Izin Suami Saat Mengajukan Cerai ke Pengadilan

Perlukah Izin Suami Saat Mengajukan Cerai ke Pengadilan – Pertanyaan seperti ini sering kang asep dengar dari mbak-mbak (client) yang ingin mengajukan cerai di pengadilan. Mereka biasanya menanyakan apakah perlu restu dari suami saat ingin mengajukan cerai atau bahkan ada beberapa orang yang langsung memberikan informasi bahwa dirinya tidak diizinkan bercerai oleh suami, namun karena perlakuan suami yang sudah membuatnya gerah, akhirnya si mbak ini memberanikan diri untuk datang langsung ke pengadilan.

Sebagai seorang muslim, kang asep memahami kenapa banyak orang menanyakan apakah perlu izin suami saat mengajukan perceraian di pengadilan ini. Di dalam agama Islam, istri mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada suami dan hanya suami-lah yang mempunyai wewenang untuk menceraikan istrinya, sehingga apabila istri ingin bercerai, maka istri harus meminta izin kepada suami dan jika sudah diizinkan oleh suami, maka proses selanjutnya adalah mengurusnya di pengadilan agama untuk keperluan administrasi.

Keperluan administrasi yang dimaksud biasanya beralasan bahwa pada dasarnya dalam agama islam suami-lah yang mempunyai wewenang untuk menceraikan, sehingga apabila suami sudah menceraikan istrinya meskipun tanpa pengadilan, maka secara agama cerai tersebut sudah sah. Namun demikian, biasanya dengan cerai agama ini nantinya akan menghambat suami atau istri untuk menikah kembali dengan orang lain, karena statusnya menurut negara masih merupakan pasangan suami istri.

surat izin cerai, izin cerai dari suami, izin bercerai, ijin cerai ke pengadilan

Begitulah kiranya yang kang asep pahami dari banyaknya pertanyaan seputar izin suami saat ingin menajukan cerai di pengadilan. Namun disini kang asep hanya ingin menginformasikan dan menegaskan bahwa izin cerai dari suami saat istri ingin mengajukan gugatan cerai itu tidak diperlukan sama sekali.

Seorang istri yang ingin mengajukan (menggugat) cerai suaminya, hanya cukup membawa buku nikah, KTP dan surat gugatan, lalu mendaftarkan perkaranya di Pengadilan. Kang asep jamin pihak pengadilan tidak akan menanyakan izin atau surat izin dari suami.

Baca Juga : Contoh Surat Gugatan Cerai Taklik Talak

Jika sista kesulitan untuk membuat surat gugatan, sista bisa membuatnya dengan bantuan POSBAKUM di pengadilan agama tersebut. Jika sista tidak mau repot dengan urusan ini itu, agan sista bisa menyewa jasa pengacara. Hanya saja, menurut hemat kang asep ada baiknya sista mengajukan cerai di pengadilan oleh sista sendiri. Hal ini selain dapat menghemat biaya yang dikeluarkan juga sebagai pembelajaran bagi sista tentang praktik beracara di Pengadilan Agama.

Baca Juga : Ini Dia Besaran Jasa Advokat Pengacara Saat Ini

O iya, kebanyakan sista yang datang ke pengadilan biasanya didampingi oleh amil atau petugas desa. Sebenarnya jika sista berani sih ga perlu didampingi oleh amil atau petugas desa. Sista bisa langsung datang saja ke pengadilan dengan membawa surat gugatan, lalu tanyakan kepada pak satpam tempat pendaftaran perkara. Jika malu, sista bisa minta antar keluarga atau sahabat sista untuk menemani sista selama mendaftarkan perkara perceraian sista di pengadilan.

Dari pemaparan diatas kang asep simpulkan bahwa izin atau surat izin suami untuk bercerai di pengadilan itu tidak diperlukan. Yang diperlukan hanya surat gugatan beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Tulis Komentar