konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Bagaimana Mengurus Perceraian Sendiri Tanpa Pengacara

Bagaimana mengurus perceraian sendiri tanpa pengacara. Kira-kira seperti itulah pertanyaan yang sering kang asep dengar ketika ada yang mau mengajukan gugatan atau permohonan cerai ke Pengadilan Agama. Kang asep curiga, mungkin mbak-mbak atau mas- mas yang menanyakan pertanyaan itu adalah mbak-mbak dan mas-mas yang sering nonton gosip infotainment selebriti tanah air yang ketika mengajukan perceraian, ia selalu didampingi oleh pengacaranya. Beberapa selebriti top bahkan sering didampingi oleh banyak pengacara, entah selebritinya banyak duit atau pengacaranya yang ingin numpang tenar. 😀

Melihat berita-berita gosip di televisi tersebut, mungkin agan sista yang ingin mengajukan gugatan atau permohonan cerai pun pernah kepikiran untuk menyewa jasa pengacara. Ya, hanya dengan bantuan pengacara, perkara perceraian agan sista bisa diselesaikan dengan mudah.

Agan sista tak perlu pusing mengurus surat gugatan atau permohonan, mengurus berbagai persyaratan-persyaratan, ngantri daftar di meja pendaftaran sampai menghadiri sidang yang belum tentu bisa selesai dengan dua tiga kali sidang. Intinya dengan jasa pengacara, agan dan sista bisa lebih santai dan terarah. Santai karena semua urusan bisa diurus oleh pengacara, terarah karena sang pengacara pasti akan mendampingi dan mengarahkan agan sista supaya tidak salah kaprah.

Terlihat menyenangkan bukan?

mengurus perceraian sendiri, cerai tanpa pengacara

Meskipun demikian, pengacara juga perlu dibayar. Masa agan sista tega, pengacara yang sudah capek-capek mengurusi perceraian agan sista dan mendampingi agan sista selama ini dibiarkan begitu saja tanpa imbalan jasa. Nah, karena alasan ini pulalah banyak orang yang berpikir 2 kali untuk menyewa jasa pengacara, terutama bagi orang-orang menengah kebawah yang jangankan untuk menyewa jasa pengacara, untuk bayar kontrakan, bayar tagihan listrik, bayar sekolah anak, bayar iuran RT dan sebagainya pun harus banting tulang bermandikan keringat.

Oleh karena itu, maka mengurus perceraian sendiri merupakan pilihan yang paling tepat, yang penting tidak keluar banyak uang dan bisa bercerai dengan pasangan saat ini. Masalah repot urus ini urus itu, tanya sana tanya sini, itu adalah resiko yang sudah siap ditanggung.

Lalu bagaimana mengurus perceraian sendiri itu?

Gampang saja, tinggal bawa saja dokumen-dokumen yang diperlukan seperti :

  • Kartu Identitas (KTP)
    Harus difotokopi (disatulembarkan) kemudian ditempel materai 6000 dan dicap di kantor POS.
  • Buku Nikah atau Duplikat Buku Nikah atau Kutipan Akta Nikah
    Difotokopi (disatulembarkan) kemudian ditempel materai 6000 dan dicap di kantor POS.
  • Akte Kelahiran Anak
    Difotokopi ditempel materai 6000 dan di cap di kantor POS.
  • Dokumen Tambahan seperti kartu keluarga  dan sebagainya (difotokopi).
  • Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa atau kelurahan, khusus untuk orang yang tidak mampu.
  • Surat Izin Perceraian dari atasan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  • Surat Gugatan atau Permohonan Cerai 7 rangkap.
    Surat gugatan dapat dibuat sendiri atau dengan bantuan di layanan POSBAKUM Pengadilan setempat. Jika agan sista mau membuat surat permohonan atau gugatan cerai sendiri, silahkan lihat contohnya di artikel Contoh Surat Permohonan Cerai Talak dan Contoh Surat Gugatam Cerai Taklik Talak

Silahkan bawa dokumen-dokumen diatas ke Pengadilan Agama yang berwenang untuk memutus perkara perceraian agan sista. Misalnya jika suami atau istri agan sista berkediaman di kota atau kabupaten yang sama dengan kota atau kabupaten tempat kediaman agan sista, maka silahkan ajukan ke Pengadilan Agama di kota atau kabupaten tersebut.

Lebih lengkap tentang kewenangan pengadilan ini dapat agan sista lihat pada artikel sebelumnya yang berjudul Kemana Permohonan atau Gugatan Cerai Dapat Diajukan

Nah, jika sudah sampai di Pengadilan, tinggal ngambil saja antrian pendaftaran perkara. Jika dokumen-dokumen yang diperlukan sudah dianggap cukup, nantinya pihak dari meja pendaftaran akan meminta agan sista untuk membayar Panjar atau taksiran biaya perceraiannya.

Baca Juga : Ini Dia Besaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama

Nantinya setelah proses pembayaran (administrasi) dan pendaftaran perkara agan sista selesai. Agan sista bisa pulang dan tunggu sekitar satu atau dua minggu sampai ada surat panggilan sidang ke Pengadilan Agama. Jika ada panggilan sidang, agan sista sebagai pemohon atau penggugat wajib hadir. Jika agan sista tidak hadir, nanti perkaranya bisa gugur. Sedangkan suami atau istri yang agan sista gugat cerai, itu mah terserah dia, mau datang silahkan, tidak datang juga tidak apa-apa.

Baca Juga : Ini Dia Tahapan Proses Sidang Perceraian di Pengadilan Agama

Demikianlah cara mengurus perceraian sendiri tanpa pengacara di Pengadilan Agama yang dapat kang asep sampaikan. Kelihatannya cukup ribet memang, tapi kalau dijalani dengan sabar dan ikhlas, insyaallah prosesnya tidak seribet kelihatannya.

15 Comments

Tulis Komentar