Kemana Permohonan atau Gugatan Cerai Dapat Diajukan

Posted on

Saat seseorang ingin mengajukan permohonan atau gugatan cerai ke Pengadilan, terkadang ada orang yang merasa bingung harus ke Pengadilan mana dia mengajukan perkara perceraiannya.

Masalahnya akan sangat mudah jika suami dan istri sama-sama berada dalam satu kota atau satu kabupaten, karena jika salah satunya (suami atau istri) ingin mengajukan perceraian, maka tinggal datang saja ke Pengadilan Agama (muslim) atau pengadilan negeri (non muslim) di kota atau kabupaten tersebut.

Mudah bukan?

Lalu bagaimana jika agan menikahi wanita yang berbeda daerah? Misalnya agan adalah warga kota Bandung, menikah dengan wanita yang merupakan warga Kota Tasikmalaya. Jika suatu saat agan atau istri agan ingin bercerai, ke Pengadilan manakah seharusnya permohonan atau gugatan cerai itu di ajukan, apakah di Kota Bandung atau di kota Tasikmalaya?

gugatan perceraian, ke pengadilan agama mana, mengajukan gugat cerai

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa dalam kasus perceraian ini terdapat istilah permohonan cerai dan gugatan cerai. Permohonan cerai atau cerai talak merupakan istilah khusus bagi suami yang beragama islam yang ingin mengajukan perceraian di Pengadilan Agama sedangkan Gugat Cerai atau Cerai Gugat merupakan istilah bagi istri yang beragama islam yang ingin mengajukan cerai di Pengadilan Agama serta suami/istri non muslim yang ingin mengajukan cerai di Pengadilan Negeri.

Oleh karena itu dalam pengajuan cerai di Pengadilan agama terdapat istilah pemohon dan termohon serta penggugat dan tergugat. Pemohon dan termohon untuk perkara cerai yang diajukan oleh suami, sedangkan penggugat dan tergugat untuk perkara cerai yang diajukan oleh istri. Adapun di Pengadilan Negeri hanya terdapat istilah penggugat dan tergugat saja.

Nah, untuk menjawab pertanyaan sebelumnya mengenai ke pengadilan mana harusnya permohonan atau gugatan cerai diajukan, maka bagi yang beragama islam jawabannya adalah sebagai berikut:

  • Bagi istri beragama islam yang ingin mengajukan gugatan perceraian

Pasal 73 UU No 7 tahun 1989 Tentang Peradilan Agama :

(1) Gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat, kecuali apabila penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin tergugat.

(2) Dalam hal penggugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

(3) Dalam hal penggugat dan tergugat bertempat kediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

  • Bagi suami beragama islam yang ingin mengajukan permohonan perceraian

Pasal 66 UU No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama :

(1) Seorang suami yang beragama Islam yang akan menceraikan istrinya mengajukan permohonan kepada Pengadilan untuk mengadakan sidang guna menyaksikan ikrar talak.

(2) Permohonan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman termohon, kecuali apabila termohon dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman yang ditentukan bersama tanpa izin pemohon.

(3) Dalam hal termohon bertempat kediaman di luar negeri, permohonan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman pemohon.

(4) Dalam hal pemohon dan termohon bertempat kediaman di luar negeri, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Sedangkan bagi non muslim, jawabannya terdapat dalam pasal 19 sampai dengan pasal 22 PP No. 9 Tahun 1975.

Pasal 20 PP No. 9 Tahun 1975:

(1) Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau isteri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

(2) Dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan ditempat kediaman penggugat.

(3) Dalam hal tergugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan ditempat kediaman penggugat. Ketua Pengadilan menyampaikan permohonan tersebut kepada tergugat melalui Perwakilan Republik Indonesia setempat

Baca Juga : 6 Alasan Cerai yang Diperbolehkan dan Diterima di Pengadilan

Gravatar Image
Blogger pemula, Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Advokat pengacara yang fokus menangani masalah perceraian dan hukum perdata islam lain di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Garut, Bekasi dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *