konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Hukum Istri Minta Cerai, Cara Beserta Syaratnya

Hukum istri minta cerai suami adalah boleh selama si istri mempunyai alasan yang cukup kuat. Alasan yang dimaksud misalnya suami melanggar ikrar taklik talak, suami selingkuh (zina), suami pemabok, suami penjudi, suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat (KDRT), suami mendapat hukuman penjara minimal 5 tahun, sering terjadi cekcok dan alasan cerai lain yang pernah kang asep jelaskan.

hukum istri minta cerai suami

Hal ini sesuai dengan Undang-undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam sebagai berikut :

UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 39 ayat (2) :

Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami istri itu tidak akan dapat rukun sebagai suami isteri.

Kompilasi Hukum Islam Pasal 114 :

Putusnya perkawinan yang disebabkan karena perceraian dapat terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan perceraian.

Adapun cara istri minta cerai adalah dengan mengajukan gugat cerai ke Pengadilan Agama bagi yang beragama islam dan ke Pengadilan Negeri bagi yang non muslim dengan membawa syarat-syarat yang diperlukan yaitu buku nikah asli dan KTP serta KK dan Akte Anak (jika punya). Cara mengajukan cerai oleh pihak wanita atau pihak istri sendiri dapat langsung diajukan oleh yang bersangkutan ke Pengadilan atau bisa dengan cara dikuasakan, baik dengan menggunakan kuasa hukum (pengacara) maupun dengan menggunakan kuasa insidentil.

Kompilasi Hukum Islam Pasal 132 :

Gugatan perceraian diajukan oleh isteri atau kuasanya pada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya mewilayahi tempat tinggal penggugat kecuali isteri meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin suami.

UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 40 Ayat (1) :

Gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan.

PP No. 9 tahun 1975 Pasal 20 Ayat (1) :

Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau isteri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

Meskipun istri bisa menggugat cerai suami di Pengadilan, akan tetapi sebaiknya jangan suka terburu-buru untuk mengambil keputusan bercerai. Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk bercerai.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum istri minta cerai suami yang dapat kang asep sampaikan. Intinya tidak ada larangan yang menyatakan bahwa istri tidak boleh meminta cerai dalam peraturan yang ada di negara ini, baik bagi istri/wanita yang beragama islam maupun bagi istri/wanita yang tidak beragama islam.

2 Comments

Tulis Komentar