konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Ini Dia Cara, Syarat dan Prosedur Perceraian Bagi PNS

Ini Dia Cara, Syarat dan Prosedur Perceraian Bagi PNS – Bagi agan sista yang bekerja sebagai abdi negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik PNS di Kepolisian, TNI maupun PNS di instansi lainnya dan berkeinginan untuk mengajukan gugatan atau permohonan cerai ke Pengadilan Agama, agan sista diharuskan untuk memperoleh surat izin cerai terlebih dahulu dari atasan agan sista. Ketentuan ini telah diatur dan sesuai dengan PP No. 45 Tahun 1990.

Untuk mendapatkan surat izin cerai dari atasan, agan sista harus mengajukan permohonan izin cerai secara tertulis kepada pejabat yang berwenang dengan mencantumkan alasan perceraian dengan lengkap.

pns, pegawai negeri sipil, cerai pns, izin cerai pns, prosedur perceraian pns, cara cerai pns, alasan perceraian pns, aturan perceraian pns

Alasan-alasan yang dapat agan sista gunakan untuk mengajukan permohonan izin cerai kepada atasan yang berwenang adalah sebagai berikut :

  1. Salah satu pihak berbuat zina yang dibuktikan dengan :
    • Keputusan Pengadilan
    • Surat Pernyataan dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi yang telah dewasa yang melihat perzinahan itu, yang diketahui oleh Pejabat serendah-rendahnya Camat
    • Perzinahan itu diketahui oleh (suami atau isteri) dengan tertangkap tangan. pihak yang mengetahui segera membuat laporan
  2. Salah satu pihak menjadi pemabok, pemadat atau penjudi yang sukar disembuhkan, yang dibuktikan dengan :
    • Surat Pernyataan dari 2 (dua) orang saksi yang telah dewasa yang mengetahui perbuatan itu, yang diketahui oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat .
    • Surat Keterangan dari dokter atau polisi yang menerangkan bahwa menurut hasil pemeriksaan, yang bersangkutan telah manjadi pemabok, pemadat atau penjudi yang sukar disembuhkan/diperbaiki.
  3. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) th berturut-turut tanpa ijin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya/kemauannya yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala Kelurahan/Kepala Desa yang disahkan oleh Pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat.
  4. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) th atau hukuman yang lebih berat secara terus menerus setelah perkawinan berlangsung yang dibuktikan dengan keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap
  5. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain yang dibuktikan dengan Visum et Repertum dari dokter Pemerintah.
  6. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga, yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala Kelurahan / Kepala Desa yang disyahkan oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat.

Adapun pejabat yang berwenang untuk memberikan izin perceraian adalah pejabat yang menjadi atasan agan sista. Pejabat atasan tersebut tentu akan berbeda-beda, tergantung golongan PNS agan sista serta instansi pemerintah tempat agan sista bekerja, apakah di Kepolisian, TNI, Dinas Pendidikan dan lain sebagainya.

Jika agan sista sudah mendapat surat izin cerai dari atasan, silahkan agan sista datang ke Pengadilan Agama untuk mendaftarkan perkara perceraian agan sista. Jangan lupa bawa serta persyaratan-persyaratan lainnnya yang dibutuhkan seperti KTP, Buku Nikah, Akte kelahiran anak, surat gugatan atau surat permohonan cerai dan dokumen penting lainnya.

Apabila belum mempunyai surat gugatan atau surat permohonan cerai, silahkan minta dibuatkan di bagian Posbakum Pengadilan Agama tersebut. Dan jika semua berkas persyaratan sudah lengkap, silahkan lakukan pendaftaran perceraian di meja pendaftaran dan bayar panjar perkaranya ke bagian kasir.

Baca Juga : Ini Dia Besaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama

Oh iya, jika agan sista belum mencantumkan surat izin cerai dari atasan dan sudah terlanjur mendaftarkan perkara perceraian di Pengadilan Agama, maka nantinya majelis hakim akan menunda proses persidangan cerai tersebut maksimal selama 6 bulan dan apabila dalam jangka waktu 6 bulan tersebut agan sista belum juga menerima surat izin cerai dari atasan, maka agan sista wajib membuat surat pernyataan bersedia menerima resiko akibat perceraian tanpa izin tersebut dan pemeriksaan perkara perceraian agan sista akan dilanjutkan oleh majelis hakim.

Demikianlah sekilas informasi tentang cara, syarat dan prosedur perceraian bagi PNS yang dapat kang asep sampaikan. Intinya apabila PNS ingin melakukan perceraian, maka PNS tersebut wajib memperoleh surat izin cerai dari atasannya terlebih dahulu sebelum mendaftarkan perkara perceraiannya ke Pengadilan Agama.

Baca Juga : Mengurus Perceraian Sendiri Tanpa Pengacara

Catatan :

  • Apabila agan sista bukan merupakan PNS dan ingin mengajukan gugatan cerai kepada istri atau suami agan sista yang merupakan PNS, maka agan sista harus melaporkan keadaan rumah tangga agan sista serta rencana perceraian tersebut kepada atasan istri atau suami agan sista.

Tulis Komentar