konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Cara dan Persyaratan Permohonan Waris di Pengadilan Agama

Cara dan Persyaratan Permohonan Waris di Pengadilan Agama – Dalam perkara waris di pengadilan agama, dikenal 2 macam istilah yaitu Permohonan dan Gugatan waris. Bagi kebanyakan orang, mungkin keduanya terdengar sama saja, tetapi pada kenyataannya kedua istilah tersebut sangat berbeda maksud dan tujuannya. Perkara permohonan waris diajukan oleh ahli waris yang tidak terdapat sengketa didalamnya, sedangkan perkara gugatan waris diajukan oleh ahli waris yang terdapat sengketa terhadap objek waris atau adanya konflik antar ahli waris.

Terhadap perkara permohonan waris tersebut, Pengadilan Agama akan mengeluarkan produk hukum yang berupa penetapan, sedangkan terhadap perkara gugatan waris, Pengadilan Agama akan mengeluarkan produk hukum yang berupa keputusan.

hukum waris islam, permohonan waris di pengadilan, waris pengadilan agama, penetapan ahli waris, penetapan waris di pengadilan, cara membagi waris, membagi harta warisan

Nah, kali ini kang asep hanya akan menginformasikan apa saja persyaratan permohonan waris di Pengadilan Agama. Kenapa di Pengadilan Agama? Karena perkara waris orang islam diselesaikan melalui Pengadilan Agama sesuai dengan Pasal 49 huruf b Undang-undang No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang berbunyi :

Pengadilan agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang:
a. perkawinan;
b. waris;
c. wasiat;
d. hibah;
e. wakaf;
f. zakat;
g. infaq;
h. shadaqah; dan
i. ekonomi syari’ah.

Berikut adalah persyaratan permohonan waris di Pengadilan Agama* :

  1. Surat Permohonan Waris.
  2. Photocopy KTP Pemohon/Para Pemohon.
  3. Photocopy Kartu Keluarga Pewaris.
  4. Akta Kelahiran Semua Anak Pewaris.
  5. Buku Nikah Pewaris.
  6. Surat Kematian.
  7. Surat Keterangan Ahli Waris Asli dari Desa/Kelurahan Yang Diketahui Oleh Camat.

*) Tiap Pengadilan Agama mungkin meminta persyaratan permohonan waris yang berbeda-beda, tapi secara keseluruhan biasanya meminta persyaratan yang kang asep cantumkan di artikel ini. Disamping itu, persyaratan yang kang asep tulis tersebut hanya merupakan persyaratan awal saja, selanjutnya silahkan ikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim.

Jika ketujuh persyaratan tersebut diatas sudah lengkap, silahkan agan sista datang saja langsung ke Pengadilan Agama tempat tinggal agan sista dengan membawa semua persyaratan yang kang asep sebutkan. Silahkan agan sista mengambil antrian ke meja pendaftaran perkara dan apabila agan sista belum membuat surat permohonan warisnya, agan sista bisa membuatnya terlebih dahulu dibagian Posbakum Pengadilan Agama tersebut. Jangan lupa pula untuk membayar biaya panjar perkaranya di meja kasir.

Jika agan sista tidak mau repot mengurus perkara permohonan waris ini, agan sista bisa meminta bantuan kepada advokat atau pengacara yang agan sista percaya.

Baca Juga : Ini Dia Besaran Biaya Jasa Advokat Pengacara Saat Ini

Demikianlah cara dan persyaratan permohonan waris di Pengadilan Agama yang dapat kang asep sampaikan. Oh iya, perkara permohonan waris ini nantinya akan ditetapkan oleh Pengadilan Agama sesuai dengan aturan agama Islam, baik dalam hal penetapan siapa yang menjadi ahli waris, mengenai harta peninggalannya serta bagian masing-masing ahli waris.

Bagi agan sista yang beragama selain agama islam (Non muslim), agan sista dapat mengajukan permohonan waris ke Pengadilan Negeri.

Baca Juga : Ini Dia Cara Cerai Paling Cepat di Pengadilan Agama

Tulis Komentar