konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Cara Pengajuan Pembagian Harta Gono Gini di Pengadilan

Pembagian harta gono gini merupakan salah satu akibat dari terjadinya perceraian. Pembagiannya sendiri dapat dilakukan melalui Pengadilan Agama bagi yang beragama islam dan melalui Pengadilan Negeri bagi yang beragama selain islam dengan cara diajukan oleh yang bersangkutan secara langsung atau dengan cara dikuasakan.

Harta gono gini atau yang dikenal juga dengan harta bersama merupakan harta benda yang diperoleh selama perkawinan. Harta bawaan masing-masing suami dan istri dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan bukan merupakan harta bersama dan tetap berada dibawah pengawasan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain. (Lihat pasal 35 UU No. 1 Tahun 1974).

pembagian harta gono gini

Nah, bagi yang ingin mengajukan pembagian harta bersama / gono gini ke Pengadilan, ada baiknya dipisahkan dan diajukan setelah perkara Perceraiannya berkekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Ketua Muda Mahkamah Agung RI Urusan Lingkungan Peradilan Agama Nomor : 17/TUADA-AG/IX/2009.

Adapun cara pengajuan pembagian harta gono gini di Pengadilan adalah sebagai berikut :

  1. Memenuhi semua syarat pengajuan pembagian harta gono-gini sebagai berikut :
    1. Asli dan/atau Fotocopy KTP Penggugat (yang mengajukan)
    2. Asli dan fotocopy akte cerai
    3. Surat gugatan harta bersama
    4. Fotocopy bukti harta bersama (sertifikat tanah, STNK Motor, mobil, dll)
    5. Asli dan fotocopy kartu keluarga
    6. Surat pengantar dari desa/kelurahan (jika diperlukan)
    7. Membayar biaya perkara
  2. Jika ingin mengajukan sendiri, silahkan serahkan semua persyaratan diatas pada saat pendaftaran perkara di Pengadilan. Lalu, ikuti proses persidangan seperti biasa.
  3. Jika ingin dikuasakan ke Pengacara, silahkan hubungi pihak pengacara dan serahkan semua persyaratan yang dibutuhkan terutama point 1, 2, 4 dan 5. Adapun point 3, bisa minta dibuatkan langsung oleh pengacara.
  4. Setelah sidang putusan, jika merasa tidak puas dengan hasil keputusan hakim, silahkan ajukan banding / kasasi.

Demikianlah cara serta syarat pengajuan harta bersama di Pengadilan yang dapat kang asep sampaikan. Intinya, cara pengajuan gugatan harta bersama di Pengadilan tidak jauh berbeda dengan cara mengajukan gugatan perkara lainnya, hanya syarat dan jenis perkaranya saja yang berbeda.

Jika agan sista membutuhkan konsultasi masalah gugatan harta bersama, silahkan hubungi layanan konsultasi perceraian dan bantuan hukum keluarga di blog ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan salam sukses.

One Response

Tulis Komentar