konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Cara Mengajukan Gugatan Cerai Ghaib di Pengadilan Agama

Cara Mengajukan Gugatan Cerai Ghaib di Pengadilan Agama – Seperti namanya, permohonan atau gugatan cerai ghaib merupakan permohonan atau gugatan cerai dimana pihak termohon (istri) atau tergugat (suami) tidak diketahui dengan jelas alamat serta keberadaannya, baik didalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun diluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam proses pengajuan perceraian ghaib ini, pemohon atau penggugat wajib menyertakan surat keterangan ghaib dari kelurahan atau desa dengan terlebih dahulu meminta surat pengantar dari RT/RW setempat. Di dalam surat keterangan ghaib tersebut harus ditulis dengan jelas bahwa agan sista sudah ditinggalkan oleh istri atau suami agan sista selama berapa tahun (misalnya 2 tahun).

Jika agan sista sudah memiliki surat keterangan ghaib tersebut, silahkan agan sista datang saja langsung ke Pengadilan Agama dengan membawa surat keterangan ghaib tersebut disertai kartu identitas atau surat keterangan domisili dan buku nikah asli.

gugatan cerai ghaib, permohonan cerai ghaib, gerai gaib, cerai ghoib, perceraian ghaib di pengadilan, cerai tanpa dihadiri tergugat

Selanjutnya, silahkan agan sista datang ke bagian Posbakum Pengadilan Agama yang bersangkutan untuk membuat surat gugatan atau surat permohonan cerai ghaibnya. Namun, jika agan sista sudah membuat surat gugatan atau surat permohonan cerai ghaibnya sendiri, sebaiknya agan sista konsultasikan lagi dengan petugas di posbakum dan tanyakan pula persyaratan kelengkapan berkas yang harus agan sista penuhi.

Setelah semua persyaratan kelengkapan berkasnya selesai agan sista penuhi, langkah berikutnya silahkan agan sista mendaftarkan perkara permohonan atau gugatan cerai ghaib tersebut ke meja pendaftaran di Pengadilan Agama tersebut dan jangan lupa siapkan pula uang untuk membayar panjarnya.

Baca Juga : Ini Besaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama

Nah demikianlah penjelasan singkat dari kang asep mengenai cara mengajukan permohonan atau gugatan cerai ghaib di Pengadilan Agama. Oh iya, sebagai informasi tambahan buat agan sista, proses perceraian ghaib ini memakan waktu lebih lama daripada proses perceraian biasa. Hal ini dikarenakan pihak Pengadilan akan memanggil termohon atau tergugat dengan cara mengumumkannya melalui satu atau beberapa surat kabar atau mass media lain yang ditetapkan oleh Pengadilan.

Perhatikan Pasal 20 dan Pasal 27 PP No. 9 Tahun 1975 Bab V tentang Tata Cara Perceraian berikut ini :

Pasal 20

2) Dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman penggugat.

Pasal 27

1) Apabila tergugat berada dalam keadaan seperti tersebut dalam Pasal 20 ayat (2), panggilan dilakukan dengan cara menempelkan gugatan pada papan pengumuman di Pengadilan dan mengumumkannya melalui satu atau beberapa surat kabar atau mass media lain yang ditetapkan oleh Pengadilan.

2) Pengumuman melalui surat kabar atau surat-surat kabar atau mass media tersebut ayat (1) dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan tenggang waktu satu bulan antara pengumuman pertama dan kedua.

3) Tenggang waktu antara panggilan terakhir sebagai dimaksud ayat (2) dengan persidangan ditetapkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan.

4) Dalam hal sudah dilakukan panggilan sebagai dimaksud dalam ayat (2) dan tergugat atau kuasanya tetap tidak hadir, gugatan diterima tanpa hadirnya tergugat, kecuali apabila gugatan itu tanpa hak atau tidak beralasan.

Catatan :

Cerai ghaib bukan termasuk cerai mati. Surat keterangan ghaib dari kelurahan atau desa bukan surat kematian. Kang asep sudah sering mendengar bahwa petugas di kelurahan atau desa salah menanggapi permintaan pembuatan surat keterangan ghaib dengan surat kematian.

Baca Juga : 6 Alasan Cerai yang Diperbolehkan dan Dapat Diterima di Pengadilan

18 Comments

Tulis Komentar