Cara dan Syarat Mengurus Perceraian Agama Kristen

Posted on

Cara dan syarat mengurus perceraian agama kristen protestan pada intinya sama saja dengan agama lain selain islam seperti katolik, hindu, buddha dan khonghucu karena dalam aturannya pengajuan perceraian bagi non muslim di Indonesia semuanya diajukan ke pengadilan negeri, sedangkan untuk pembuatan akte cerainya diurus di catatan sipil.

Oleh karena itu, bagi agan sista yang beragama kristen protestan atau agama lain selain islam dan ingin mengajukan gugatan cerai, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

cara mengurus perceraian kristen protestan

  • Datangi kantor pengadilan negeri domisili tergugat atau silahkan hubungi kuasa hukum / pengacara perceraian pilihan agan sista dengan membawa persyaratan-persyaratan dokumen sebagai berikut :
    • KTP
    • Kutipan Akta Perkawinan (Akte nikah)
    • Akta Kelahiran Anak (Jika ada anak)
    • Kartu Keluarga
    • Surat Gugatan Cerai
  • Jika belum bisa membuat surat gugatan cerai, silahkan minta bantu dibuatkan di Pengadilan. Jika dikuasakan ke Pengacara, surat gugatan cerai pasti dibuatkan oleh Pengacara, yang penting agan sista utarakan dengan jujur permasalahan rumahtangga agan sista ke pihak Pengacara.
  • Silahkan daftarkan perkara perceraian agan sista dan jangan lupa untuk membayar biaya perkara. Jika agan sista menguasakan ke pengacara, biarkan saja pengacara dan timnya yang urus.
  • Tunggu surat panggilan sidang dari pengadilan. Jika sudah ada panggilan, silahkan datang pada jadwal sidang yang ditentukan.
  • Ikuti semua persidangan dari sidang pertama sampai sidang terakhir. Jumlah atau banyaknya sidang tidak bisa ditentukan. Yang penting, setiap ada jadwal sidang, hadir saja. Jika dikuasakan ke pengacara, komunikasikan saja ke pengacara apakah agan sista perlu hadir sidang atau tidak dan kalau perlu hadir sidang, tanyakan saja di sidang yang keberapa.
  • Jika perkara perceraian sudah diputuskan oleh pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap, silahkan daftarkan ke catatan sipil untuk dibuatkan akta cerainya dengan membawa salinan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, kutipan akta perkawinan, ktp dan kartu keluarga suami istri. Bagi warga asing, silahkan sertakan paspor dan dokumen imigrasi.
  • Jangan lupa untuk membayar biaya retribusi di catatan sipil.
  • Setelah itu, tinggal tunggu saja akta cerainya selesai. Biasanya dalam waktu kira-kira satu minggu, akta cerai sudah selesai dibuat dan bisa diambil.

Demikianlah cara dan syarat mengurus perceraian agama kristen dan non muslim lainnya yang dapat kang asep sampaikan. Intinya, bagi yang beragama kristen protestan, katolik, hindu, buddha atau khonghucu, perceraian harus diajukan ke pengadilan negeri yang sesuai dengan domisili tergugat. Setelah proses perceraian di pengadilan selesai (putusannya berkekuatan hukum tetap), silahkan ajukan pembuatan akta cerainya ke catatan sipil dengan membawa syarat-syarat yang sudah dijelaskan.

Gravatar Image
Blogger pemula, Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Advokat pengacara yang fokus menangani masalah perceraian dan hukum perdata islam lain di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Garut, Bekasi dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

6 thoughts on “Cara dan Syarat Mengurus Perceraian Agama Kristen

  1. Mao tanya, jika pihak istri yg mengajukan cerai (non muslim) setelah keluar putusan kedua pihak mendapatkan akte cerai? Jika diperlukan surat cerai oleh pihak suami untuk menikah kembali, apa bisa di urus akte cerai tersebut?

    1. Untuk non muslim akte cerai tdk dikeluarkan pengadilan, tapi dikeluarkan oleh catatan sipil. Jika perkaranya sudah diputus pengadilan, bawa saja surat putusannya ke catatan sipil (disertai persyaratan pembuatan akte cerai lainnya).

  2. Bagaimana cara memastikan bahwa akta cerai tsb palsu atau asli? Krn salah seorang teman sy pernah membawa akta cerai, namun tulisan nya tidak jelas. Spt surat scan scan an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *