konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Jika Istri Gugat Cerai Suami Menolak di Pengadilan

Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa pengajuan perceraian ke Pengadilan harus sudah ada kesepakatan bercerai terlebih dahulu dari kedua belah pihak. Oleh karenanya tidak sedikit orang yang sebelum datang ke Pengadilan, mereka menganggap perlu untuk membuat semacam surat pernyataan cerai yang biasanya ditandatangani kedua belah pihak diatas materai.

Lalu, bagaimana apabila tidak ada kesepakatan diatas materai terlebih dahulu? Apakah bisa langsung diajukan ke Pengadilan? Apa yang akan terjadi apabila istri gugat cerai suami menolak di Pengadilan?

Seperti yang pernah kang asep sampaikan pada artikel Perlukah Surat Pernyataan Cerai Suami Istri?, maka dapat disimpulkan bahwa surat pernyataan cerai bukanlah hal yang harus atau wajib dibuat sebelum mengajukan cerai ke Pengadilan. Artinya, mau ada kesepakatan cerai atau tidak ada kesepakatan cerai, jika memang seorang suami/istri sudah memutuskan ingin bercerai, silahkan bisa langsung diajukan ke Pengadilan.

istri gugat cerai suami menolak

Meskipun bisa langsung diajukan ke Pengadilan, akan tetapi apabila pihak tergugat/termohonnya merasa keberatan dan keukeuh tidak mau bercerai, maka hal itu akan cukup mempengaruhi proses perceraiannya itu sendiri.

Nah berikut ini beberapa hal yang biasanya terjadi apabila istri gugat cerai suami ke Pengadilan dan suaminya menolak bercerai atau sebaliknya, suami yang mengajukan cerai sedangkan istrinya bersikukuh tidak mau bercerai:

  1. Sidang Perceraiannya Lama
    Oleh karena masing-masing pihak tetap kukuh dengan pendiriannya, maka dapat dipastikan proses perceraiannya akan berlangsung cukup lama. Belum lagi jika ternyata setelah perceraiannya diputuskan di Pengadilan tingkat pertama, pihak yang tidak merasa puas melakukan banding dan seterusnya. Tentu hal ini akan membuat proses perceraiannya jadi semakin lama saja.
  2. Ribet
    Ribet yang kang asep maksudkan adalah saling beradu argumen dan beradu bukti di Pengadilan. Meskipun hal ini merupakan hal yang lumrah terjadi di Pengadilan, tapi bagi kebanyakan orang hal ini dianggap ribet. Tak jarang orang yang berkonsultasi ke kang asep menanyakan bagaimana cara membuat jawaban, replik, duplik, cara supaya menang di Pengadilan dan sebagainya.
  3. Biaya Lebih Mahal
    Untuk kasus seperti ini kebanyakan orang, baik yang berposisi sebagai penggugat maupun tergugat, pemohon atau termohon biasanya lebih memilih menggunakan pengacara daripada mengurusnya sendiri di Pengadilan. Ini wajar, karena mereka sendiri biasanya sudah membayangkan bahwa kasus perceraiannya tersebut akan berlangsung lama dan ribet. Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan Pengacara, akan tetapi tentu biaya yang dikeluarkan pun tidak semurah mengurus sendiri.

Demikianlah beberapa hal yang umumnya terjadi di Pengadilan apabila seorang istri mengajukan cerai, tapi suaminya menolak bercerai atau suami yang mengajukan cerai tetapi istrinya tidak mau diceraikan.

Adapun masalah apakah gugatan atau permohonan cerai tersebut akan dikabulkan atau di tolak hakim, itu semua adalah wewenangnya majelis hakim. Dalam perkara apapun yang paling penting adalah berusaha semaksimal mungkin. Toh apabila keputusan hakim tidak cukup memuaskan, agan sista masih bisa melakukan upaya hukum seperti banding dan seterusnya.

9 Comments

Tulis Komentar