konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Ini Dia Cara Mengurus Perceraian dari Pihak Wanita

Tidak jauh berbeda dengan cara mengurus perceraian dari pihak suami, cara mengurus perceraian dari pihak wanita juga pada dasarnya sama saja baik itu syarat yang diperlukan maupun cara pengajuannya yang bisa diajukan sendiri atau dikuasakan. Beberapa hal yang berbeda adalah terkait masalah ke Pengadilan mana perkara bisa diajukan, jenis perkaranya yang berupa gugatan / bukan permohonan (di Pengadilan Agama) serta proses persidangannya yang tanpa adanya sidang ikrar talak (di Pengadilan Agama).

Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan berikut:

Syarat Perceraian dari Pihak Istri

Syarat pengajuan perceraian dari pihak wanita sama dengan syarat pengajuan cerai dari pihak pria / suami yaitu terdiri dari buku nikah asli (akta perkawinan) dan ktp asli pihak wanita. Jika sudah punya kartu keluarga dan akte kelahiran anak, silahkan bisa disertakan.

Pengajuan Perkara

Setelah semua persyaratannya siap, silahkan ajukan perkara tersebut ke Pengadilan Agama sesuai tempat kediaman penggugat / pihak wanita (bagi yang beragama islam) dan ke Pengadilan negeri sesuai domisili tergugat / pihak suami (bagi yang non muslim). Pengajuannya sendiri bisa dilakukan oleh yang bersangkutan secara langsung atau bisa dikuasakan melalui pengacara.

cara mengurus perceraian dari pihak wanita

Proses Persidangan

Setelah proses pengajuan atau pendaftaran perkara selesai. Silahkan tunggu saja panggilan sidang dari Pengadilan. Jarak waktu panggilan sidang sendiri biasanya berkisar kurang dari satu bulan dari tanggal pendaftaran, terkecuali untuk perkara di Pengadilan Agama yang alamat suaminya berada di luar kota / kabupaten yang sama serta perkara cerai ghaib, biasanya waktu panggilan sidangnya lebih dari satu bulan.

Jika perkara perceraian tersebut dikuasakan ke pengacara perceraian, maka kemungkinan besar tidak akan ada surat panggilan sidang ke alamat penggugat (istri). Surat panggilan sidang biasanya sampai ke alamat kantor Pengacara. Jadi, anda tidak perlu menunggu-nunggu surat panggilan sidang dari Pengadilan.

Adapun lamanya proses persidangan ini sangat tidak bisa ditentukan diawal. Namun demikian proses persidangan ini biasanya berlangsung antara 2 sampai lebih dari 10 kali sidang dengan jarak antara sidang satu dengan sidang lainnya sekitar dua minggu.

Pengambilan Akte Cerai

Setelah proses persidangan selesai dan perkaranya sudah diputus, maka tidak serta merta langsung turun akte cerainya. Akte cerai biasanya dapat diambil kira-kira dua bulan setelah sidang terakhir (sidang putusan) karena harus menunggu perkara tersebut berkekuatan hukum tetap dulu artinya tidak ada banding atau verzet dari pihak suami.

Demikianlah tata cara mengurus perceraian dari pihak wanita yang dapat kang asep sampaikan. Intinya dalam mengurus perceraian itu tidak bisa instan, sehari atau sebulan jadi. Butuh waktu yang cukup lama karena harus melalui tahapan-tahapannya terlebih dahulu.

Yang terpenting ikuti saja tahapannya, selalu hadir setiap kali sidang karena kehadiran anda dipersidangan sangat penting. Jangan sampai absen, karena bisa berakibat fatal dengan digugurkannya perkara tersebut terkecuali apabila anda sudah menguasakannya, tentu anda tidak perlu khawatir tentang hal ini, anda tidak perlu capek dan tidak perlu selalu hadir ke persidangan. Lihat Pasal 124 HIR / Pasal 148 RBg.

2 Comments

Tulis Komentar