konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Cara dan Biaya Pengambilan Akta Cerai di Pengadilan Agama

Seseorang baru bisa mengambil akta cerai di pengadilan agama setelah permohonan atau gugatan cerainya di kabulkan oleh majelis hakim dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht). Bagi agan sista yang permohonan atau gugatan cerainya ditolak oleh majelis hakim atau sudah dikabulkan oleh majelis hakim tetapi masih ada upaya hukum lain dari pihak termohon atau tergugat seperti verzet, banding dan seterusnya, maka agan sista belum bisa mengambil dan mendapatkan akta cerai.

Nah jika perkara permohonan atau gugatan agan sista sudah berkekuatan hukum tetap, silahkan agan sista tanyakan saja langsung ke pihak pengadilan, apakah akta cerai agan sista sudah ada atau belum. Biasanya waktu yang dibutuhkan sampai keluarnya akta cerai adalah kira-kira 1 sampai 2 bulan setelah perkara tersebut berkekuatan hukum tetap.

Akta cerai sendiri merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti bahwa agan sista sudah bercerai (tidak berumah tangga lagi). Akta cerai ini akan diminta oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) pada saat agan sista ingin melangsungkan pernikahan lagi dengan orang lain.

Cara pengambilan akta cerai di Pengadilan Agama dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu akta cerai ambil sendiri oleh agan sista, akta cerai diambil oleh pihak keluarga agan sista (kuasa insidentil) serta akta cerai dapat diambil oleh pengacara (advokat / kuasa hukum) agan sista.

cara mengambil akta cerai, biaya akta cerai, syarat mengambil akta cerai, akta cerai di pengadilan agama, cara bayar akta cerai

Nah dibawah ini kang asep informasikan beberapa cara serta syarat pengambilan akta cerai di Pengadilan Agama :

  • Akta Cerai Diambil Sendiri
    Jika perkara agan sista sudah dikabulkan dan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka agan sista bisa mengambil sendiri akta cerai agan sista dengan membawa persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

    • Kartu Identitas (KTP)
    • Identitas Perkara atau Nomor Perkara yang terdapat pada Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) atau Surat Panggilan (Relas Panggilan).
  • Akta Cerai Diambil Keluarga
    Jika agan sista sibuk dan tidak sempat mengambil sendiri akta cerai ke Pengadilan Agama, agan sista bisa mewakilkannya kepada keluarga agan sista, misalnya ibu, ayah, anak, saudara dan seterusnya. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi saat ingin mewakilkan pengambilan akta cerai oleh keluarga adalah sebagai berikut :

    • Surat Kuasa
      Dalam surat kuasa harus ditulis dengan jelas maksud pemberian kuasa untuk mengambil akta cerai dengan menyertakan nomor perkara. Disamping itu, surat kuasa juga harus dibubuhi tanda tangan diatas materai dari pihak yang memberikan kuasa.
    • Photo Copy Kartu Identitas (KTP) Pemberi dan Penerima Kuasa
    • Surat keterangan dari kelurahan atau desa yang menyatakan hubungan kekeluargaan antara pemberi dan penerima kuasa. Agan sista juga bisa menyertakan copy kartu keluarga jika ada.
  • Akta Cerai Diambil Oleh Pengacara / Advokat / Kuasa Hukum
    Nah, bagi agan sista yang menggunakan jasa lawyer / pengacara / kuasa hukum / Advokat, agan sista bisa mewakilkan pengambilan akta cerai di pengadilan agama kepada pengacara yang agan sista tunjuk. Adapun persyaratan pengambilan akta cerai oleh pengacara adalah sebagai berikut :

    • Surat Kuasa
      Dalam surat kuasa harus secara konkrit menyebutkan keperluan seperti pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai. Jika dalam surat kuasa untuk beracara belum disebutkan secara jelas, maka harus ada surat kuasa tersendiri yang isi surat kuasanya menyatakan keperluan untuk pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai.Baca Juga : Ini Dia Besaran jasa Advokat Pengacara Saat Ini

Demikian beberapa syarat pengambilan akta cerai di Pengadilan Agama yang dapat kang Asep informasikan. Untuk teknis atau cara mengambil akta cerai di pengadilan agama adalah sebagai berikut :

  • Ambil Nomor Antrian
    Biasanya ada petugas yang menanyakan keperluan agan sista datang ke Pengadilan Agama. Agan sista tinggal bilang saja mau mengambil akta cerai. Jangan lupa tunjukan nomor perkara kepada petugas tersebut. Jika perkara agan adalah perkara permohonan, biasanya petugas akan memberikan antrian dengan embel-embel P sebelum nomor antri, misalnya P5. Adapun jika perkara sista adalah perkara gugatan, maka petugas biasanya memberikan antrian dengan embel-embel G sebelum nomor antri, misalnya G4.
  • Mengambil Akta Cerai
    Jika nomor antrian agan sista sudah dipanggil, silahkan menghadap ke meja III atau loket akta. Jika ternyata akta cerai agan sista sudah bisa diambil, biasanya petugas akan mengarahkan agan sista untuk membayar biaya untuk pengambilan salinan putusan dan akta cerai agan sista ke loket pembayaran (kasir). Petugas di meja III atau loket akta hanya akan memberikan salinan putusan dan akta cerai agan sista setelah adanya bukti pembayaran dari kasir serta membuatkan tanda terima bukti penyerahan.

Adapun besaran biaya pengambilan akta cerai dan salinan putusan biasanya tidak lebih dari Rp. 50.000. Jika kang asep rinci, biayanya terdiri dari biaya pengambilan akta yang biasanya besarannya Rp. 20.000,- dan biaya salinan putusan yang besarannya Rp. 300,- perlembar.

Ketentuan mengenai biaya pengambilan akta cerai dan salinan putusan ini dapat agan sista lihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2008.

Artikel ditulis dari berbagai sumber dan Kepaniteraan Mahkamah Agung RI

78 Comments

Tulis Komentar