konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Bisakah Mengajukan Cerai Tanpa Buku Nikah?

Seperti yang kang asep selalu katakan bahwa buku nikah merupakan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi pada saat ingin mengajukan cerai ke Pengadilan. Namun demikian terkadang ada kasus dimana buku nikahnya hilang, rusak atau bahkan ditahan oleh pihak suami atau istri yang tidak mau bercerai. Ini bukanlah hal baru, kang asep sudah sering menyinggung masalah ini di artikel-artikel sebelumnya. Lalu bisakah kita mengajukan cerai tanpa buku nikah?

Jawabannya bisa, asalkan ada dokumen resmi pengganti buku nikah yang hilang/rusak tersebut yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini adalah Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam dan Kantor Catatan Sipil bagi non muslim.

mengajukan cerai tanpa buku nikah

gugat cerai tanpa buku nikah

Intinya, jika buku nikah atau kutipan akta nikahnya hilang, silahkan bagi yang beragama islam datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan sesuai dengan tempat dahulu menikah dan bagi yang non muslim silahkan datang ke Kantor Catatan Sipil yang dahulu mengeluarkan akta nikah / akta perkawinan tersebut.

Baca Juga : Cara Mengurus Buku Nikah Asli yang Hilang

Sebelum datang ke KUA atau ke Kantor Catatan Sipil untuk meminta diterbitkan duplikat buku nikah / kutipan akta nikah, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Buat surat keterangan kehilangan dari kepolisian terlebih dahulu.
  • Bawa bukti identitas (KTP) asli serta fotokopinya.
  • Fotokopi buku nikah / akta nikah, jika ada.
  • Buku nikah / akta nikah yang rusak, jika mau diganti karena rusak.
  • Ingat data pernikahan seperti tanggal pernikahan dan pemberkatan (bagi non muslim).
  • Fotokopi Kartu Keluarga (khusus non muslim biasanya diminta dokumen ini juga).

Adapun waktu yang dibutuhkan untuk penerbitan duplikat buku nikah / kutipan akta nikah tersebut biasanya sekitar satu minggu, terkadang ada pula yang bisa dibuatkan hari itu juga.

Oh ya, khusus bagi yang beragama islam, apabila ternyata data pernikahan agan sista tidak ditemukan di KUA sehingga pihak KUA tidak bisa menerbitkan duplikat buku nikah / kutipan akta nikahnya, silahkan ajukan permohonan isbat nikah (pengesahan pernikahan) ke Pengadilan Agama terlebih dahulu.

Sedangkan bagi yang non muslim, jika ternyata data perkawinannya tidak ditemukan di Kantor Catatan Sipil, sehingga pihak Kantor Catatan Sipil tidak bisa menerbitkan kutipan akta perkawinannya, silahkan ajukan permohonan pengesahan perkawinan ke Pengadilan Negeri terlebih dahulu.

Demikianlah penjelasan kang asep tentang bisa tidaknya mengajukan cerai tanpa buku nikah. Kesimpulannya, buku nikah merupakan syarat utama saat mengajukan cerai ke Pengadilan. Jika buku nikahnya hilang, rusak atau ditahan pihak tergugat/termohon, silahkan buat duplikat buku nikah terlebih dahulu ke Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam atau ke Kantor Catatan Sipil bagi yang non muslim. Setelah duplikatnya selesai dibuat, silahkan gunakan duplikat tersebut sebagai syarat untuk mengajukan cerai ke Pengadilan.