konsultasi cerai gratis, pengacara perceraian, pengacara bandung
KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Asep Arif Hamdan dan Rekan

Berapa Lama Proses Perceraian di Pengadilan?

Jika agan sista ingin tahu berapa lama proses perceraian di pengadilan maka jawabannya adalah tidak tentu. Bisa jadi dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan dan seterusnya. Kenapa tidak tentu? Karena banyak faktor yang menjadi penyebab lama tidaknya proses perceraian itu sendiri.

Misalnya saja alamat, jika penggugat dan tergugatnya beda kota sudah pasti panggilan sidangnya lebih lama daripada yang satu kota. Lalu jumlah sidangnya itu sendiri berapa kali. Semakin banyak jumlah sidangnya, pasti jadi semakin lama pula proses perceraiannya. Dan terakhir, khusus bagi umat islam yaitu jenis perkaranya apakah perkara gugatan (cerai gugat) atau permohonan (cerai talak).

proses perceraian di pengadilan

Untuk lebih jelasnya mari kita coba bahas satu persatu:

  • Jenis Perkara
    Khusus bagi yang beragama islam, terdapat dua jenis perkara dalam hal perceraian di Pengadilan Agama, yaitu cerai talak yang perkaranya diajukan oleh pihak suami dan cerai gugat yang perkaranya diajukan oleh pihak istri. Biasanya proses cerai talak lebih lama daripada cerai gugat karena untuk cerai talak ada penambahan sidang yaitu sidang ikrar talak, sedangkan untuk cerai gugat tidak ada sidang ikrar talak.
  • Alamat
    Seperti yang kang asep pernah jelaskan di pertanyaan dan jawaban seputar perceraian, lamanya panggilan sidang pertama dari setelah daftar cerai adalah kira-kira 2 minggu untuk yang satu kota, satu bulan untuk yang berbeda kota dan 4 bulan bagi yang alamat tergugat/termohonnya tidak diketahui (cerai ghaib). Dari sini saja sudah cukup jelas, perbedaan alamat mempengaruhi lamanya panggilan sidang, semakin lama panggilan sidangnya, semakin lama pula proses cerainya selesai.
  • Jumlah Sidang
    Paling sedikit biasanya dua kali sidang terkecuali untuk cerai ghaib biasanya ada yang satu kali dan paling lama biasanya lebih dari 10 kali sidang. Sedikit atau banyaknya jumlah sidang dipengaruhi oleh beberapa sebab misalnya saja apakah penggugat dan tergugatnya hadir ke persidangan atau tidak, apakah tergugat mengadakan perlawanan atau tidak dan apakah ada penundaan sidang atau tidak.
  • Upaya Hukum Banding/Verzet, Kasasi dan PK.
    Upaya hukum seperti Banding/Verzet, Kasasi bahkan PK bisa turut memperpanjang proses perceraiannya jadi semakin berlarut-larut. Ini biasanya terjadi pada kasus yang mana penggugat/pemohonnya ingin bercerai, sedangkan pihak tergugat/termohonnya tidak mau bercerai dan setelah diputus di Pengadilan Tingkat Pertama, pihak yang tidak puas mengajukan banding/verzet dan seterusnya. Untuk point ke 4 ini terbilang jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak mungkin terjadi.

Demikianlah beberapa point penjelasan hal-hal yang mempengaruhi lamanya proses perceraian di Pengadilan yang dapat kang asep sampaikan. Intinya, lamanya perceraian selesai di Pengadilan itu sangat tidak bisa dipastikan. Sekalipun agan sista menggunakan pengacara paling kondang pun, kang asep jamin beliau tidak akan bisa menjanjikan selesai dalam beberapa hari saja karena proses perceraian di Pengadilan itu tidaklah instan.

Meskipun demikian bukan berarti pengacara tidak ada gunanya sama sekali. Pengacara bisa mewakili agan sista untuk hadir di persidangan dan pengacara juga tentu lebih faham tentang masalah hukum dan kang asep yakin setiap pengacara selalu ingin memberikan yang terbaik untuk clientnya, termasuk dalam masalah kecepatan waktu.

6 Comments

Tulis Komentar